Komunitas sel atau komsel adalah kelompok kecil yang di bentuk jemaat yang punya kerinduan dalam gereja bagi jemaat untuk berbagi bukan hanya firman tetapi tempat bertumbuhnya iman. Juga kasih yang teraplikasikan di kehidupan sehari-hari baik lingkungan pertemanan, kerja maupun keluarga.
Ibrani 10: 24-25
Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Roma 12: 5
demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.
Dalam komunitas sel ada fellowship atau persekutuan dengan Tuhan yaitu memuji menyembah, membaca firman, sharing pengalaman hidup, saling memberi, saling mendoakan dan sebagainya.
1 korintus 1: 10
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
Bertumbuh menjadi dewasa rohani membutuhkan komunitas sel. Salah satu bentuk tertanam dalam gereja adalah ikut komunitas sel.
Roma 1:12
yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.
Mengaplikasikan kasih salah satunya lewat komunitas sel.
Efesus 4: 12-16
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.