Kutuk Tuhan atas manusia di mulai dari tanah bukan gambaran diri yang telah diciptakan oleh Tuhan. Ada begitu banyak ayat tentang tanah di alkitab baik itu berupa perumpamaan, pembatas maupun jarahan.

Kejadian 3:17
Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

Setelah kita diselamatkan dan mengakui penebusan Tuhan di kayu salib, kutuk tersebut semestinya sudah tidak ada lagi. Pemikiran tentang kutuk adam dan hawa sebagai hukuman itu perlu di angkat dari tanah kita. Pemisahan dan menjauh dari Tuhanlah hukumannya bukan kutuk. Masalahnya kutuk tentang tanah ini punya akar dari generasi ke generasi, ribuan tahun lamanya kutuk ini ada dan bercampur dengan berbagai dosa manusia yang biasanya adalah penumpahan darah.

Kejadian 4:9-10

9 Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"

10 Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.

Darah manusia menjadikan kutuk akan tanah semakin kuat dan tanah sendiri dapat merespon dengan menjauhkan diri dari Kain setelah Habel mati. Habel mempunyai otoritas atas tanah yang ditempati oleh Kain. Darah Habel merespon terhadap Tuhan yang mencari-carinya. Hukuman Kain adalah jadi seorang pelarian dan tidak ada tanah bagi Kain sebagai haknya, hanya kelola saja.

Kejadian 4:12

Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.

Ibrani 11:4

Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

Mengolah tanah adalah salah satu tugas setelah adanya kutuk adam dan hawa. Adam dan hawa masih punya kuasa atas tanah sebelum di kutuk tanpa perlu mengelolanya, tetapi kutuk Tuhan membuat tanah jadi perlu di kelola. Kerja manusia ditambahkan lewat kutuk yang diberikan oleh Tuhan.

Pengelolaan tanah pertama-tama adalah Kain dan Habel. Mereka benar-benar mengenal Tuhan sementara saudaranya yang lain tidak tercatat dalam alkitab. Mereka dikaruniai pengetahuan mengelola tanah. Habel mengelola tanah dengan bekerja menggembalakan dan Kain bercocok tanam. Habel perlu melakukan penghijauan setiap kali domba memakan rumput. Habel perlu melakukan perjalanan jauh untuk mencari pakan hewan. Sementara Kain menetap dalam pekerjaannya, dan Habel perlu sering bergantung pada Kain untuk bibit rumput dan pakan hewannya.

Wahyu 21:1
Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.

Tuhan Yesus bersaksi bahwa ada rumah buat kita, bukan hanya Tuhan menyiapkan tempat tetapi juga tanah hak milik kita. Tuhan ingin kita mempunyai hak yang kekal atas tanah milik kita. Jangan hanya menunggu bumi baru barulah kita menjaga tanah kita, tetapi mulailah dari tubuh kita yang bejana tanah liat ini.

Lukas 18:8
Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Tugas kita yang sering kita anggap kutuk sering dilupakan bahkan dianggap hukuman itulah tipu muslihat iblis. Restorasi tanah ini diperlukan sebelum Tuhan datang kedua kali. Nanti kita ini akan dipertanyakan di sidang ilahi tentang tugas kita yang semestinya mengelola tanah-tanah hak milik kita yang sementara di hidup di bumi sekarang. Tugas Kain yang tadinya hanya mempersembahkan korban pada Tuhan di satu tempat saja menjadi kelilingi bumi dan kelola seluruh tanahnya karena dia harus mengembara.